BRMP Kepri Dampingi Petani Bintan Timur Kembangkan Padi Gogo, Jadi Inspirasi Baru
Bintan – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau terus mendorong pengembangan padi gogo di wilayah Bintan. Program ini mendapat sambutan antusias dari petani, yang bahkan rela melakukan uji coba penanaman sebelum memasuki jadwal tanam resmi Kegiatan “Pengembangan Padi Lahan Kering pada Lahan Perkebunan dan Lahan Kering Lainnya” akhir September mendatang.
Salah satunya dilakukan oleh Sadri, anggota Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani Jaya, Kecamatan Bintan Timur. Sehari-hari menekuni usaha hortikultura, Sadri kini mencoba memperluas usahanya dengan beralih menanam padi. Bersama anggota kelompok lainnya, ia menanam varietas Inpari IR Nutri Zinc pada lahan kering yang umumnya digunakan untuk tanaman hortikultura maupun perkebunan. Hasilnya cukup menjanjikan. Pada usia 60 hari setelah tanam (HST), tanaman padi tampak tumbuh subur dengan anakan yang optimal.
Keberhasilan ini tak lepas dari pendampingan intensif BRMP Kepri dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan. Kepala BRMP Kepri, Ahmad Tohir Harahap, bersama Ketua Tim Kerja Layanan Penerapan Modernisasi Pertanian, turun langsung meninjau lokasi pengembangan padi tersebut di kawasan Sungai Lekop, Bintan Timur, Rabu lalu. (27/8). “Pendampingan hendaknya dilakukan secara intensif dan harus terus dijaga. Saya berharap uji coba padi Inpari IR Nutri Zinc di lahan kering ini dapat berhasil dan memiliki produksi optimal, sebagaimana yang sudah dicapai oleh KWT Mandiri di Kecamatan Seri Kuala Lobam,” ujar Ahmad Tohir kepada PPL.
Sementara itu, Intan Putri, PPL DKPP Bintan, menjadi pendamping utama bagi petani. Kehadirannya menambah semangat anggota Poktan Karya Tani Jaya untuk serius mengembangkan padi gogo. Dukungan teknis dari BRMP Kepri, mulai dari bimbingan menjelang tanam hingga penyediaan benih, semakin menguatkan optimisme petani.
Menariknya, lahan percobaan ini juga dikonsep sebagai agroeduwisata. Padi dipadukan dengan bunga hias di sekelilingnya, yang tidak hanya memperindah tampilan tetapi juga berfungsi sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) alami. Sistem tumpang sari dengan hortikultura pun dikembangkan, menjadikan kawasan ini lebih produktif dan atraktif.
Ahmad Tohir juga menyampaikan harapannya agar Poktan Karya Tani Jaya kelak menjadi percontohan budidaya padi gogo di Bintan Timur. Dengan begitu, semakin banyak petani yang tertarik mengembangkan padi lahan kering untuk mendukung swasembada pangan nasional, di luar program luas tambah tanam padi sawah reguler.