Aplikasi LKP 2.0 dan Standar IndoGAP Kawal Pemupukan Perdana Benih Sumber Padi di Poyotomo Makmur
BINTAN — Modernisasi sektor pertanian di Indonesia kian nyata melalui integrasi data digital dan standardisasi ketat di lapangan. Pada 4 Juni 2026, sebuah langkah maju ditunjukkan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau dalam kegiatan “Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi” Tahun Anggaran (TA) 2026. Melalui penerapan standar pemupukan pertama menggunakan NPK 16.16.16, proses budidaya padi kini tidak lagi menggunakan metode perkiraan, melainkan berbasis kalkulasi kecerdasan buatan dan platform digital terintegrasi.
Pemupukan perdana ini dilaksanakan secara presisi di lahan milik petani kooperator, Ali Aspan, yang terletak di kawasan persawahan Kelompok Tani (Poktan) Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.
“Menghitung Dosis Lewat Genggaman”, melalui LKP 2.0.
Keunggulan utama pada pemupukan musim ini adalah penggunaan sistem informasi LKP 2.0 (Layanan Konsultasi Padi versi 2.0). Aplikasi digital hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dan International Rice Research Institute (IRRI) ini mampu merumuskan rekomendasi nutrisi spesifik lokasi secara real-time.
Berdasarkan hasil analisis data tanah dan varietas tanaman oleh sistem LKP 2.0, takaran pupuk untuk lahan seluas 1 hektar (ha) milik Ali Aspan ditetapkan secara akurat, yaitu sebanyak 190 kg NPK 16.16.16. Penggunaan platform ini secara otomatis memangkas pemborosan biaya input kimia sekaligus menjaga kelestarian agroekosistem.
Proses pengaplikasian pupuk di lapangan dikawal ketat agar memenuhi asas Standar Pemupukan 5 Tepat, yaitu: 1) Tepat Dosis: Memberikan volume 190 kg per hektare sesuai rekomendasi digital; 2) Tepat Cara: Diaplikasikan dengan metode benam atau tabur merata agar serapan akar maksimal; 3) Tepat Jenis: Menggunakan NPK 16.16.16 yang mengandung unsur makro seimbang; 4) Tepat Waktu: Dilakukan tepat saat tanaman padi memasuki fase kritis awal, yakni umur 7-14 Hari Setelah Tanam (HST); 5) Tepat Tempat: Ditempatkan langsung pada zona perakaran aktif di area persawahan Poktan Poyotomo Makmur.
Seluruh rangkaian aktivitas ini mengacu pada SNI 8969:2021 tentang Indonesian Good Agricultural Practices (IndoGAP)— standar cara budidaya tanaman pangan yang baik. Melalui kepatuhan terhadap SNI 8969, setiap tahapan pemupukan wajib didokumentasikan guna menjamin aspek ketelusuran (traceability) produk benih yang dihasilkan.
Pengaplikasian pupuk majemuk NPK 16.16.16 di usia dini (7-14 HST) memiliki tujuan dan manfaat krusial bagi tanaman padi: 1) Merangsang Pertumbuhan Akar: Kandungan fosfat (P) mempercepat pembentukan jaringan akar baru agar tanaman lebih kokoh dan mampu menyerap air secara optimal; 2) Memacu Pembentukan Anakan: Kandungan nitrogen (N) memicu pertumbuhan vegetatif dan memperbanyak jumlah anakan produktif per rumpun; 3) Meningkatkan Daya Tahan: Unsur kalium (K) memperkuat dinding sel tanaman sehingga lebih toleran terhadap serangan hama, penyakit, dan cekaman lingkungan.
Dengan aplikasi teknologi pertanian cerdas (smart farming) dan pemupukan yang terukur ini, harapannya kegiatan produksi ini mampu menghasilkan benih Sumber Padi berkualitas tinggi, seragam, dan bersertifikasi standar nasional. Selain meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan, keberhasilan ini diharapkan menjadi role model digitalisasi pertanian bagi para petani lain di wilayah sekitar menuju kemandirian pangan modern.