Bersinergi Kawal Pengembangan Padi Gogo di Teluk Lobam untuk Dukung Swasembada Pangan
Bintan, 7 Agustus 2025 — Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Ahmad Tohir Harahap, bersama Tim Program Strategis Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Bintan, melakukan kunjungan lapangan ke lahan pengembangan padi gogo milik Kelompok Tani (Poktan) Do’a Ibu di Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, pada Kamis (7/8).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengawalan program luas tambah tanam (LTT) padi di Kabupaten Bintan, baik padi sawah reguler maupun padi lahan kering. Program ini sekaligus mendukung pengembangan padi di lahan perkebunan atau lahan kering lainnya yang menjadi target Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025.
BRMP Kepri hadir bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, BPS Kabupaten Bintan, serta didampingi oleh Lurah dan Babinkamtibmas Teluk Lobam, meninjau lahan-lahan petani yang telah masuk dalam SK Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) tahun 2025. Beberapa kelompok, termasuk Poktan Do’a Ibu, telah lebih dahulu memulai pengembangan padi gogo secara swadaya sebelum nantinya ikut program APBN pada September mendatang.
Rahmat, Ketua Poktan Do’a Ibu, menjelaskan bahwa kelompoknya mencoba menanam varietas Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan hasil diseminasi dari BRMP Kepri. Penanaman dilakukan di lahan bekas sayuran dengan sistem pengairan dari embung sekitar yang dialirkan melalui metode sprinkle. “Kami ingin memastikan padi gogo ini tumbuh subur dan produktif, seperti saat kami mengembangkan padi sawah irigasi di kampung halaman di Jawa Barat,” ujarnya.
Selain menyediakan varietas unggul baru (VUB) yang sesuai untuk lahan kering suboptimal, BRMP Kepri juga memberikan pendampingan penerapan standar budidaya padi lahan kering mengacu pada SNI IndoGAP 8969:2021. Kerja sama ini melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKPP Bintan agar petani dapat meraih hasil panen optimal.
Kepala BRMP Kepri menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan padi gogo tidak hanya bergantung pada benih unggul, tetapi juga pada disiplin penerapan standar budidaya. “Pendampingan teknologi harus sejalan dengan penerapan teknik budidaya yang tepat agar produksi dan kualitas padi benar-benar maksimal,” ungkapnya.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi BRMP Kepri, DKPP Bintan, dan BPS Bintan beberapa hari sebelumnya, yang bertujuan memetakan titik-titik pengembangan padi lahan kering mulai tahun ini. Dengan pendataan yang akurat, luasan tanam dan hasil produksi tanaman pangan di Kabupaten Bintan diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan yang tepat sasaran.
Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian petani di wilayah Kepulauan Riau.