BRMP Kepri dan DKPP Batam Sinkronkan Program Pengembangan Pertanian Modern di Kota Batam
BATAM – Kota Batam yang selama ini dikenal sebagai pusat industri kini bersiap melakukan lompatan besar menuju era pertanian modern. Langkah strategis ini diawali melalui koordinasi dan sinkronisasi program antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam di Kantor DKPP Batam, Kawasan Sekupang pada Senin, 11 Mei 2026.
Kehadiran Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, bersama Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Firsta Anugerah Sariri, serta Katimker Pendampingan Modernisasi Pertanian Wilayah I, Zulfawilman, disambut langsung oleh Kepala DKPP Batam, Mardanis, dan Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Penyuluhan Batam, Eko Pudjiono. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam mengintegrasikan inovasi teknologi pertanian di tengah ekosistem kota industri.
Pertemuan membahas tindak lanjut pengembangan kawasan cabai serta pengembangan kawasan pertanian eksisting dan rencana pembukaan kawasan pertanian baru di Pulau Galang Baru. Rencananya, DKPP Batam akan menggandeng penuh BRMP Kepri sebagai mitra strategis dalam mendukung modernisasi pertanian melalui pendampingan inovasi dan teknologi pertanian.
Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa BRMP Kepri kini mengalami perubahan nomenklatur menjadi lembaga eselon II dengan tugas dan fungsi yang semakin kompleks. Salah satu tugas strategis yang sedang dijalankan yakni implementasi Permentan Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Bantuan Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian. serta Permentan Nomor 3 Tahun 2026 tentang perubahan tata kelola pupuk bersubsidi, di mana BRMP berperan sebagai verifikator Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) serta koordinator wilayah yang bertugas mengawal, mengendalikan, dan memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan pemerintah dan pupuk subsidi di daerah.
Terkait dengan implementasi Permentan tersebut, Ia juga mengimbau agar petani di Kota Batam dapat memanfaatkannya secara optimal baik melalui DKPP Batam maupun penyuluh pertanian untuk mendukung pengembangan pertanian di Kota Batam.
Sementara itu, untuk mendukung swasembada pangan Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, menegaskan pihaknya akan turut serta. Ia menyampaikan bahwa pengembangan padi gogo direncanakan menjadi langkah awal pengembangan kawasan pertanian di Pulau Galang Baru pada tahun 2027, disusul dengan komoditas-komoditas strategis lainnya di sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan.
Mardanis juga menyampaikan harapannya agar BRMP Kepri dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM pertanian melalui kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan berkelanjutan.
Menanggapi hal itu, Kepala BRMP Kepri menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyediakan narasumber kompeten untuk berbagai kegiatan pertanian di Kota Batam. Dukungan tersebut juga diperkuat oleh jaringan BRMP teknis lainnya di seluruh Indonesia yang memiliki sumber daya dan teknologi pertanian modern.
“BRMP Kepri siap mendampingi pengembangan pertanian di Kota Batam. Kami siap menyediakan narasumber yang kompeten, melakukan pendampingan penerapan teknologi terstandar, hingga penguatan modernisasi pertanian di Kota Batam,” tegas Rudi.
Melalui koordinasi program, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kawasan pertanian di Batam diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tengah dominasi sektor industri. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sehingga berbagai program modernisasi pertanian, mulai dari pengembangan cabai, padi gogo, hingga komoditas strategis lainnya, dapat terealisasi secara optimal demi terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan berdaya saing di Kota Batam.