BRMP Kepri dan KemenTransmigrasi Teken PKS, Perkuat Kompetensi SDM Transmigrasi di Bidang Pertanian
anjungpinang – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekretariat Jenderal Transmigrasi, Kamis (22/10/2026), di Ruang Rapat I BRMP Kepulauan Riau, Tanjungpinang. Kerja sama bertajuk Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Penerapan Modernisasi Pertanian di Kepulauan Riau ini menjadi landasan pelaksanaan program pengembangan pertanian di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun, Batam.
Dalam penandatanganan ini, Sekretariat Jenderal Transmigrasi menunjuk Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru sebagai perwakilan. Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, hadir langsung dalam acara tersebut, sementara BRMP Kepulauan Riau diwakili Kepala Balai Besar, Rudi Hartono.
PKS ini merupakan kelanjutan dari rangkaian koordinasi kedua pihak, termasuk pertemuan di Batam pada 17 Juli 2026 yang membahas pengembangan pertanian berbasis urban farming melalui optimalisasi lahan pekarangan di Tanjung Banun. Kawasan tersebut kini dihuni sekitar 200 kepala keluarga, dengan 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan data dan informasi, penyelenggaraan pelatihan pengembangan dan pemberdayaan SDM transmigrasi di bidang pertanian, pengembangan demonstration plot, serta penyusunan dan pengembangan modul pelatihan. Selain itu, kerja sama mencakup peningkatan kapasitas instruktur atau fasilitator pelatihan, penyediaan narasumber dan tenaga ahli, pemberdayaan dan pendampingan masyarakat transmigrasi, serta penerapan dan diseminasi inovasi teknologi pertanian.
Rudi Hartono menyatakan BRMP Kepri siap mendukung dan bekerja sama memajukan kompetensi SDM transmigrasi agar menjadi pelaku pertanian yang kompeten. BRMP Kepri juga akan menyusun grand design modul pertanian dan peternakan di pekarangan rumah yang siap diterapkan warga transmigrasi. Dalam pelaksanaannya, BRMP Kepri akan melibatkan Penyuluh Pertanian Batam dengan dukungan Penyuluh Pertanian Provinsi.
Ahmad Syahir menyampaikan bahwa penerapan grand design ini akan menjadi kerangka acuan pengembangan demplot percontohan di seluruh wilayah Indonesia. Ia menyatakan dukungan penuh dan antusiasmenya terhadap penandatanganan PKS ini.
Penandatanganan dihadiri oleh beberapa peserta, dari BRMP Kepulauan Riau turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha , Kapoksi Program dan Pengujian, Ketua Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Provinsi Kepulauan Riau, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kerjasama, Layanan dan Kesesuaian, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia, dan Ketua Tim Kerja Pendampingan Program Wilayah I. Sementara itu dari pihak lainnya, hadir Kasubag Tata Usaha dan Bendahara Pengeluaran BPPMT Pekanbaru.
Melalui kerja sama lintas kementerian ini, diharapkan Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun berkembang menjadi kawasan permukiman yang hijau, produktif, dan mandiri pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.