“BRMP Kepulauan Riau Dampingi Petani Cabai Dukung Swasembada Pangan”
Bintan – Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan kembali menjadi sorotan pada Rabu, 11 Februari 2026 dengan digelarnya Acara Panen Raya Cabai sebagai bagian dari dukungan program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Kelompok tani yang berkolaborasi dengan Bumdes setempat sukses panen ke-8 cabai dengan hasil panen akumulatif 1,2 ton dari 27.000 tanaman cabai di atas lahan seluas 1 hektar. Panen kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol konsistensi dan kerja kolektif masyarakat desa dalam menjaga stabilitas pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan Dewi Kumalasari Ansar, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Suprapto, Camat Toapaya, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Toapaya, Kepala Desa Toapaya Selatan dan jajaran, Kelompok Tani, Bumdes Toapaya Selatan serta masyarakat setempat yang antusias menyambut hasil kerja keras mereka.
Dalam sambutannya, Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan kegiatan panen raya ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan di Kabupaten Bintan, membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat. Struktur inilah yang menjadi kekuatan utama gerakan PKK karena menyentuh langsung unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Layanan dan Penerapan Moderniasi Pertanian BRMP Kepulauan Riau, Firsta Anugerah Sariri dan Tim Swasembada Pangan Bintan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan yang diwakili Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura beserta tim, serta Penyuluh Pertanian Lapangan. Bimbingan selama penanaman dan kehadiran Pemerintah menunjukkan atensi dari Kementerian Pertanian dalam upaya penguatan ketahanan pangan di Wilayah Kepulauan Riau.
Firsta mengatakan bahwa BRMP Kepulauan Riau sebagai instansi Kementerian Pertanian akan selalu berkomitmen mendukung petani cabai melalui pendampingan penerapan Standar Budidaya Cabai (SNI 4480:2016), guna memastikan kualitas produksi yang berdaya saing sekaligus menjaga keberlanjutan hasil panen. Ia menegaskan bahwa penerapan standar ini tidak hanya membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga memberikan jaminan mutu yang konsisten sehingga cabai dari Bintan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional. Dengan adanya pendampingan teknis, pelatihan, serta monitoring berkelanjutan, BRMP Kepulauan Riau berharap para petani mampu mengoptimalkan lahan, mengurangi risiko gagal panen, dan pada akhirnya memperkuat program swasembada pangan yang sedang digalakkan pemerintah.
Panen raya cabai di Desa Toapaya Selatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan petani dalam meningkatkan produksi, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan meningkatnya ketersediaan cabai lokal, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Lebih jauh, keberhasilan panen ini diharapkan mampu menekan gejolak harga cabai yang kerap menjadi salah satu pemicu inflasi. Dengan produksi yang stabil dan terstandar, pasokan cabai dapat terjaga sepanjang tahun sehingga harga lebih terkendali. Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan instansi terkait merupakan kunci penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi secara berkelanjutan.