Kepri Kawal Pertanian Modern: PPL Bintan Adopsi Teknologi Pengamatan OPT Untuk Amankan Produksi Padi
BINTAN – Guna mendongkrak hasil produksi benih padi dan gabah konsumsi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menerapkan berbagai teknologi terapan pertanian adaptif dan modern. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi teknis dan pelatihan lapangan pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang mengacu pada SNI 9356:2025 tentang Produksi Benih Padi Sehat. Penerapan teknologi pertanian adaptif modern ini dinilai sangat penting untuk menjamin mutu benih dari kontaminasi hama, meningkatkan akurasi data ambang batas serangan di lapangan, memperkuat kapasitas penyuluh, serta mengawal pertumbuhan padi pada ekosistem digital yang tangguh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemaparan teori di Ruang Rapat 1 BRMP Kepri pada Senin, 8 Juni 2026. Acara yang dipimpin oleh Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian ini, dibuka langsung oleh Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, serta diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian Provinsi Kepri beserta PPL dari BPP Teluk Bintan, BPP Teluk Sebong, dan BPP Gunung Kijang.
Dalam sambutannya, Rudi Hartono menegaskan bahwa masalah OPT merupakan hal yang paling sering dikeluhkan oleh petani karena menjadi penentu utama jumlah produksi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh penyuluh untuk aktif mengeksplorasi materi pengendalian hama yang disampaikan oleh para narasumber ahli, yaitu Melli Fitriani selaku POPT BRMP Kepri dan RR Marisa Fajar Nastiti selaku POPT UPT BPPSP TPHP Kepri, agar produksi padi di wilayah tersebut tidak mengalami puso.
"OPT adalah hal yang paling banyak ditanyakan petani dan penentu jumlah produksi. Ayo eksplor semua materi agar produksi padi kita tidak puso!" tegas Rudi Hartono.
Didorong oleh antusiasme yang tinggi, para peserta langsung menerjunkan diri ke lapangan pada keesokan harinya, Selasa, 9 Juni 2026. Praktik kerja ini dilaksanakan di lokasi demplot produksi benih sumber padi spesifik lokasi, kawasan persawahan Poktan Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Di lahan ini, para penyuluh dilatih menerapkan metodologi pengamatan presisi, mulai dari teknik jaring (sweeping) untuk menangkap sampel serangga, penentuan plot dan tanaman sampel secara statistik, analisis jumlah anakan serta intensitas serangan pada tiap rumpun contoh, hingga akurasi pengisian tabel data standar sebagai sistem peringatan dini bagi petani.
Sebagai bentuk keberlanjutan dari pelatihan teknologi ini, para PPL berkomitmen untuk melakukan implementasi nyata secara mandiri di wilayah binaan masing-masing. Mereka dijadwalkan melakukan pengamatan rutin di demplot BRMP Kepri sebanyak dua kali seminggu untuk dapat mengenali jenis OPT gejala serangan, penyebab, faktor epidemi, dan bagaimana bentuk pengendaliannya dari hasil pengamatan yang mereka lakukan. Langkah konsisten ini menjadi wujud nyata dari penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menyatukan sinergi antara penyuluh pertanian dan petani demi menjaga stabilitas serta kemandirian pangan di Kepulauan Riau.