Perkuat Akurasi Data, BRMP Dan BPS Kepri Bersinergi Kawal Swasembada Pangan
Tanjungpinang - Akurasi data adalah kunci utama kesukseskan swasembada pangan! Guna mewujudkan hal tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri pada Selasa, 2 Juni 2026.
Pertemuan krusial yang berlangsung hangat di ruang kerja Kepala BPS Kepri ini dihadiri langsung oleh Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, bersama Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Firsta Anugerah Sariri, Katimker Wilayah 1 Pendampingan Modernisasi Pertanian, Kelsi Penyelenggaraan Penyuluhan, serta tim teknis. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, yang didampingi oleh Kabag TU beserta jajaran strukturalnya. Kunjungan ini fokus pada agenda sinkronisasi dan koordinasi satu data untuk menyukseskan program swasembada pangan di Bumi Segantang Lada.
Dalam diskusi intensif tersebut, kedua instansi membahas berbagai transformasi strategis, mulai dari perubahan nomenklatur dan tupoksi baru BRMP Kepri di bidang modernisasi pertanian, hingga pemanfaatan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk mengantisipasi penurunan estimasi panen pada Triwulan III. Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, menegaskan bahwa indikator swasembada beras tidak hanya bertumpu pada angka produksi semata, melainkan juga pada manajemen stok beras yang kuat, di mana impor diposisikan sebagai opsi terakhir yang dibatasi maksimal 10%. Rudi juga mengingatkan pentingnya koordinasi satu pintu bersama BPS.
Menanggapi hal itu, Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, menjamin bahwa seluruh data yang dilaporkan BPS bersifat riil, memiliki metodologi ilmiah yang jelas, dan bersumber dari data valid di lapangan. Toto menjelaskan bahwa peran BPS adalah mengolah data negara tersebut agar mudah dipahami masyarakat, sekaligus memberikan pembinaan berkala kepada para penyuluh pertanian.
Menariknya, pertemuan ini juga menegaskan status penyuluh pertanian di lapangan. Meski secara birokrasi kepegawaian kini telah beralih ke pemerintah pusat, tugas pokok pendataan pertanian di wilayah binaan tidak berubah dan tetap menjadi tanggung jawab penuh para penyuluh di tingkat kecamatan.
Sebagai langkah konkret pascapertemuan, BRMP dan BPS Kepri menyepakati action plan yang progresif. BPS Kepri siap memfasilitasi data rilis rutin bulanan yang dibutuhkan BRMP. Sebaliknya, BRMP Kepri secara berkala akan menyuplai data riil perkembangan Luas Tambah Tanam (LTT), lengkap dengan koordinat lokasi dan data detail lainnya. Sinergi ini juga akan dipermudah melalui pertukaran “Peta Tandur” salah satu bentuk layanan digital BRMP Kepri yang memuat sebaran LTT di media sosial yang informasinya dapat dimanfaatkan masing-masing instansi, optimalisasi sharing data cepat via WhatsApp Group (WAG) Pajalegong, serta mengaktifkan kembali Rapat Koordinasi (Rakor) Rutin Swasembada Pangan Provinsi Kepri. Kolaborasi hebat ini menjadi bukti nyata komitmen lintas instansi dalam mengawal kedaulatan pangan berbasis data yang kuat dan tepercaya.