Wakili Kepala BRMP, Rudi Hartono Dorong Urban Farming sebagai Konsep Kawasan Transmigrasi Barelang
Batam – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Rudi Hartono, mewakili Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian menghadiri kegiatan *Perumusan Konsep Standardisasi Permukiman dan Kunjungan Lapangan Kawasan Transmigrasi dan Daerah Tertinggal* di Kawasan Transmigrasi Barelang, Tanjung Banun, Kota Batam. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Jumat (3/7) tersebut merupakan tindak lanjut penyusunan konsep standardisasi permukiman transmigran yang layak huni, produktif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman, Ronny Hutahayan, mempertemukan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk menyusun konsep pengembangan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dengan sektor pertanian, perikanan, industri, dan infrastruktur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam forum tersebut, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian melalui BRMP Kepulauan Riau menyampaikan rekomendasi penerapan pertanian modern yang sesuai dengan karakteristik Kota Batam yang memiliki keterbatasan lahan. Rudi Hartono memperkenalkan konsep **Urban Farming Modern** yang dipadukan dengan sistem perikanan terintegrasi sebagai solusi pengembangan kawasan transmigrasi yang produktif dan berkelanjutan.
Sebagai implementasinya, BRMP Kepulauan Riau merekomendasikan pengembangan sistem akuaponik, budidaya ikan air tawar terintegrasi dengan sayuran, irigasi tetes dan sprinkler otomatis, *modular greenhouse*, sistem mina padi, kolam terintegrasi untuk akuakultur dan pertanian, serta bangunan prefabrikasi sebagai ruang produksi, laboratorium pertanian, dan unit pengolahan hasil. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan ketahanan pangan keluarga transmigran.
Usai pembahasan di Kantor BP Batam, seluruh peserta melaksanakan kunjungan lapangan ke Kawasan Transmigrasi Barelang di Tanjung Banun, Pulau Rempang. Peninjauan dilakukan terhadap kawasan permukiman, pembangunan sekolah, dermaga, Mess Patriot, serta Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bahan penyempurnaan konsep standardisasi permukiman transmigran.
Mewakili Kementerian Pertanian, Rudi Hartono menegaskan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi harus dirancang sebagai kawasan produktif yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kementerian Pertanian mendukung pengembangan kawasan transmigrasi yang tidak hanya menyediakan hunian yang layak, tetapi juga menjadi pusat produksi pangan yang modern dan berkelanjutan. Melalui penerapan urban farming, akuaponik, greenhouse modular, serta teknologi irigasi dan budidaya yang efisien, kawasan transmigrasi di Batam berpotensi menjadi model permukiman produktif yang mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Rudi Hartono.
Ia menambahkan bahwa modernisasi pertanian harus menjadi bagian integral dalam pengembangan kawasan transmigrasi sehingga setiap rumah dan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagai pusat produksi pangan skala rumah tangga yang efisien, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta selaras dengan pertumbuhan kawasan industri dan penguatan ekonomi lokal.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, penyusunan konsep standardisasi permukiman ini diharapkan menghasilkan model kawasan transmigrasi yang layak huni, produktif, adaptif terhadap kondisi wilayah, terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kawasan, serta dapat menjadi acuan nasional dalam pembangunan kawasan transmigrasi dan daerah tertinggal di Indonesia.