Amankan Benih Sumber Padi Kepri, Sinergi Lintas Instansi Perketat Pemeriksaan Persemaian di Bintan
Bintan – Komitmen untuk menyediakan benih padi berkualitas tinggi bagi petani di Kepulauan Riau terus diperkuat. Pada Selasa (5/5/2026), tim gabungan melakukan pemeriksaan intensif pada lahan persemaian padi untuk kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Poyotomo Makmur.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepri, Tim UPT Balai Perbenihan, Pengawasan, dan Sertifikasi serta Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (UPT BPPSP TPHP) Kepri, serta didampingi oleh Tim Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri.
Dalam pemeriksaan tersebut, fokus utama tertuju pada ancaman hama keong mas yang mulai terlihat di area persemaian. POPT Ahli, Rr. Marisa Fajar Nastiti, menekankan pentingnya tindakan cepat sebelum kerusakan meluas.
"Serangan keong mas pada lahan persemaian ini harus segera dikendalikan mumpung tingkat serangan masih rendah. Kita tidak boleh lengah karena keong mas sangat rakus terhadap bibit muda," ujar Marisa.
Ia menjelaskan bahwa pengendalian efektif dapat dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu:1) metode mekanis melalui pengumpulan keong dan telur secara manual serta pemasangan saringan pada saluran masuk air;1) metode biologi dengan memanfaatkan predator alami atau penggunaan atrakan (umpan) dari dedaunan yang disukai keong agar mudah dikumpulkan; 3) metode kimiawi/nabati dengan mengaplikasi moluskisida secara selektif dan bijak pada titik-titik kumpul keong jika populasi melewati ambang batas.
Pengawalan ketat ini dilakukan untuk memastikan benih yang dihasilkan memenuhi standar sertifikasi. Sebagai tindak lanjut lapangan, UPT BPPSP TPHP Kepri akan menerbitkan rekomendasi teknis secara resmi. Langkah ini menjadi wujud sinergi dalam menjaga kualitas benih sumber yang akan menjadi cikal bakal swasembada pangan di spesifik lokasi Kepri.
Tim menegaskan bahwa pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sejak dini, bahkan sebelum masa tanam, sangat menentukan hasil produksi akhir. Pengawasan rutin menjadi kunci utama agar benih sumber yang dihasilkan benar-benar sehat, murni, dan memiliki daya tumbuh maksimal.
Dengan pengawalan ketat ini, diharapkan Poktan Poyotomo Makmur dapat menjadi sentra produksi benih padi unggul yang mampu memenuhi kebutuhan petani lokal di Kepulauan Riau.