Koordinasi BRMP Kepri dan Dispatan Karimun Perkuat Sinergi Program Pertanian 2026
Karimun — Dinas Pangan dan Pertanian (Dispatan) Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi bersama Balai Besar Penrapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau pada Jumat (24/4) di ruang kerja Kepala Dispatan. Pertemuan ini dihadiri seluruh kepala bidang dan dipimpin oleh Sekretaris Dinas, Darnis, yang sekaligus membuka kegiatan koordinasi dan sinkronisasi program serta kegiatan BRMP Kepri Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Darnis menegaskan pentingnya penyelarasan program pusat dan daerah guna meningkatkan efektivitas pembangunan sektor pertanian. Salah satu poin utama yang dibahas adalah pengalihan penyuluh pertanian dari daerah ke pusat, yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan mempercepat penyebaran inovasi kepada masyarakat.
Selain itu, rapat juga menyoroti implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026 tentang e-Bantuan Pemerintah (e-Banper). Sosialisasi alur pengajuan bantuan melalui sistem digital ini menjadi fokus utama, termasuk berbagai kendala yang dihadapi penyuluh di lapangan terkait ketidaksesuaian persyaratan dengan petunjuk teknis. Tak kalah penting, pembahasan mengenai Permentan Nomor 3 Tahun 2026 terkait pupuk subsidi turut mengemuka, khususnya terkait proses verifikasi dan validasi distribusinya agar tepat sasaran.
Pada kesempatan ini, Kepala BRMP Kepulauan Riau Rudi Hartono yang hadir didampingi oleh Kapoksi Penerapan dan Penialian Keseuaian, Katimker Penerapan dan Diseminasi, serta Katimker Pendampingan Modernisasi Pertanian Wilayah I, menekankan pentingnya identifikasi wilayah sebagai dasar pengusulan bantuan pemerintah. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan petani. Selain itu, ia juga mengimbau para penyuluh agar memahami secara menyeluruh petunjuk teknis bantuan pemerintah yang diterbitkan masing-masing direktorat jenderal teknis.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari bidang penyuluhan, kelembagaan, ketahanan pangan, hingga peternakan. Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah pengembangan sagu sebagai alternatif diversifikasi pangan lokal Karimun. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Bupati Karimun untuk menggandeng BRMP Kepri dalam menyusun model hilirisasi sagu guna meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Kepala Dispatan Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menekankan beberapa prioritas strategis. Ia mengingatkan pentingnya percepatan pengusulan bantuan pemerintah, khususnya untuk komoditas kelapa, serta pengembangan cabai seluas 5 hektar melalui e-Banper.
Sukrianto juga mengapresiasi meningkatnya semangat para penyuluh sejak bergabung dengan Kementan. Ia optimistis kinerja penyuluh akan semakin optimal dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah.
Melalui sinergi yang berkelanjutan antara BRMP Kepri dan Dispatan Karimun, diharapkan pengembangan sektor pertanian di wilayah ini dapat semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.