BRMP Kepri Dukung Sekolah Lapang Proliga Cabai Berbasis CSA untuk Pertanian Berkelanjutan
Batam, 15–17 April 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Cabai Merah berbasis Integrasi Climate Smart Agriculture (CSA) dan Produksi Lipat Ganda (Proliga). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau ini diikuti oleh ketua dan perwakilan kelompok tani pengembang cabai serta perwakilan kelompok pengurus serta santri pondok pesantren dari seluruh wilayah Kepri. Selama tiga hari, peserta mendapatkan kombinasi materi kelas dan praktik lapangan guna meningkatkan kapasitas budidaya cabai berkelanjutan.
Kolaborasi Bank Indonesia dengan Kementerian Pertanian melalui BRMP Kepri (sebelumnya BPTP Kepri) telah berlangsung sejak 2019, khususnya dalam diseminasi inovasi teknologi Proliga Cabai. Melalui pendampingan berkelanjutan, teknologi ini terus berkembang dan menjadi salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian. Pada tahun 2026, Bank Indonesia lebih fokus pada pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Hari pertama kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gurindam, Gedung Kanwil Bank Indonesia Kepri. Acara dibuka oleh perwakilan Bank Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri. Materi awal disampaikan oleh BMKG dan Jasindo, sebelum pada hari kedua BRMP Kepri mengambil peran utama bersama Petani Champion yang telah sukses mengembangkan Proliga Cabai di daerah tersebut.
Penyuluh Pertanian Firsta Anugerah Sariri memaparkan teknologi dan teknik mitigasi cuaca dalam pertanian. Materi tersebut menyoroti pentingnya konservasi tanah dan air, pemilihan media tanam, model pengairan, penggunaan varietas cabai yang adaptif serta upaya mitigasi lainnya dalam bidang pertanian terhadap perubahan cuaca dan iklim ekstrem. Selanjutnya, POPT BRMP Kepri, Melli Fitriani, menjelaskan pengaruh perubahan cuaca terhadap pola serangan organisme pengganggu tanaman serta strategi mitigasinya dalam sistem Proliga berkelanjutan. Kedua materi ini mendapat perhatian besar dari peserta karena relevan dengan kondisi lapangan di Kepulauan Riau.
Materi inti CSA berbasis pemanfaatan biochar disampaikan oleh Juwairi Novita Tsani dari Tim Penerapan dan Diseminasi BRMP Kepri. Ia menjelaskan peran biochar dalam meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan air, dan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim. Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan Petani Champion Proliga Cabai Kepri, Sony dan Thomas, yang berbagi pengalaman praktik langsung.
Pada hari terakhir, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan di lahan cabai Kelompok Tani Mandiri Bersama, Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Peserta mempraktikkan pembuatan kompos berbasis kotoran hewan hingga persiapan dan pengolahan lahan, dilanjutkan dengan identifikasi gejala serangan OPT berikut rekomendasi pengendaliannya. Antusiasme meningkat karena beberapa kelompok tani akan membangun demplot pengembangan cabai berbasis integrasi CSA dan Proliga di wilayah masing-masing sebagai rangkaian SL.
Dukungan penuh dari Kanwil Bank Indonesia Kepri berupa penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas, serta pendampingan intensif melalui BRMP Kepri dan Petani Champion dinilai sangat strategis. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani cabai di Kepulauan Riau.