• Pelabuhan Sungai Jang No.38
  • (0771) 22153/ 0822 8522 4163
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
24 dilihat       31 Mei 2026

BRMP Kepri Dukung Pemberdayaan Petani Pemakai Air di Daerah Irigasi Bintan Buyu

Bintan - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV dalam kegiatan Pelatihan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Daerah Irigasi Bintan Buyu, Senin, 18 Mei 2026. 25 orang petani dari P3A Poyotomo yang merupakan gabungan Kelompok Tani Poyotomo Makmur dan Hidup Bersama mengikuti pelatihan intensif di Teras Gudang Saprotan Poktan Poyotomo Makmur. Kolaborasi dua kementerian ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong produktivitas dan semangat bertani di Kabupaten Bintan.

Acara dibuka dengan laporan ketua pelaksana, Hendryanto Alamsyah, dilanjutkan sambutan dari Atin Supriatna, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BWS Sumatera IV. Peserta kemudian mengikuti lima sesi pelatihan yang menarik, aplikatif dan bermanfaat terkait teknologi budidaya padi dan pemanfaatan irigasi untuk menunjang produktivitas pertanian di Bintan.

Sesi pertama dengan judul "Mina Padi - Petani berbasis usaha tani" yang disampaikan oleh Frans Hero Making, tokoh inspiratif dari Kampung Mina Padi Sleman. Ia memperkenalkan teknik terpadu budidaya padi dan ikan air tawar dalam satu lahan, dengan 20% lahan dijadikan kolam ikan bertepi batu. Dikombinasikan dengan Teknik Tanam Jajar Legowo, sistem ini terbukti mampu menghasilkan panen hingga 11 ton per hektare. Penyampaian teknologi pertanian yang menarik ini membuat peserta pelatihan antusias berdiskusi dan bertanya tentang bagaimana cara adaptasi sistem ini di lahan pertanian Bintan.

Pada sesi kedua Penyuluh Pertanian BRMP Kepri Firsta Anugerah Sariri, menjadi narasumber pada pelatihan tersebut. Ia memaparkan materi "Penerapan Teknologi Budidaya Padi Sawah Irigasi Spesifik Lokasi Bintan" mengacu pada penerapan SNI 8969:2021 (SNI IndoGAP) yang disesuaikan khusus dengan karakteristik agroekosistem Bintan khususnya lahan sawah yang menjadi LBS Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Materi ini menjadi penting karena kondisi tanah, iklim, dan topografi Bintan memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain.

Firsta menjelaskan tahapan budidaya secara runut: dimulai dari pengolahan tanah yang benar untuk memastikan struktur tanah siap tanam, pembenahan tanah guna memperbaiki kesuburan dan meningkatkan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Pemilihan varietas padi yang adaptif terhadap kondisi Bintan, proses pembibitan dan penanaman, pemilihan sistem pengairan yang disesuaikan dengan karakteristik tanah, pemupukan berimbang dengan mengusung 5T (tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara, tepat tempat), dan penerapan prinsip pengendalian hama terpadu, hingga pascapanen yang baik untuk menjaga mutu gabah. Melalui pendekatan spesifik lokasi ini, BRMP Kepri mendorong petani untuk tidak sekadar menanam, tetapi bertani secara terstandar dan berdaya saing.

Sejalan dengan materi sebelumnya, terkait sistem pengairan yang sesuai karakteristik tanah di di Bintan Buyu, Dadang Ridwan, Kepala Satker OP SDA Sumatera IV, pada sesi ketiga menjelaskan teknik Alternate Wetting and Drying (AWD) atau Pengairan Berselang lebih detil. 

AWD merupakan metode irigasi modern yang kini menjadi rekomendasi utama dalam budidaya padi berbasis Climate Smart Agriculture (CSA). Berbeda dengan sistem konvensional yang terus-menerus menggenangi sawah, AWD menerapkan pola pengairan terputus secara terkontrol: lahan dibiarkan mengering hingga batas aman, lalu diairi kembali hingga ketinggian sekitar 5 cm. Ketika tanaman memasuki fase berbunga, genangan air dipertahankan pada 5 cm untuk mencegah stres air yang dapat menurunkan hasil panen. Metode ini terbukti mampu menghemat konsumsi air hingga lebih dari 30% dibandingkan irigasi konvensional.

Nul Hanif Utama, Kepala Seksi OP BWS IV Sumatera, pada sesi ke empat menegaskan pentingnya peran aktif petani dalam merawat infrastruktur irigasi mereka, dimulai dari pemeliharaan rutin, berkala, hingga penanganan darurat, agar air dapat mengalir tepat waktu ke setiap petak sawah.

Kemudian di sesi terakhir, BRMP Kepulauan Riau melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Chandra, mengajak petani memahami bahwa keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh benih atau pupuk, tetapi juga oleh ketepatan waktu dan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi lokal. 

Chandra menjelaskan bahwa debit air, ketinggian dan topografi lahan, jenis tanah, serta pola iklim di Bintan secara langsung memengaruhi kapan padi sebaiknya ditanam dan pola rotasi tanam yang optimal. Ia juga mendorong petani untuk mengintegrasikan teknologi dalam perencanaan tanam, khususnya dengan memanfaatkan aplikasi Info BMKG untuk memantau prediksi curah hujan dan pergerakan musim. Dengan perencanaan tanam berbasis data selama satu tahun ke depan, petani dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem sekaligus mengoptimalkan penggunaan air irigasi yang tersedia.

Melalui keterlibatan aktif dalam pelatihan ini, BRMP Kepulauan Riau menegaskan perannya sebagai ujung tombak Kementerian Pertanian dalam mendekatkan teknologi pertanian kepada petani. Dengan dukungan saluran irigasi yang telah difasilitasi BWS IV Sumatera, semangat bertani P3A Poyotomo diharapkan semakin kuat dan produktivitas padi di Daerah Irigasi Bintan Buyu terus meningkat, memperkuat kontribusi Bintan terhadap ketahanan pangan Kepulauan Riau.

 

Prev Next

- BSIP Kepulauan Riau


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kepulauan Riau Dampingi Kunker Komisi IV DPR RI Tinjau Pengawasan Karantina
    28 Jul 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    BRMP Kepri Bekali Siswa PKL SMKN 1 Gunung Kijang, Siapkan Generasi Muda Siap Memasuki Dunia Kerja
    28 Jul 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    BRMP Kepri Lakukan Audiensi dengan Pemda Kabupaten Natuna dan Tinjau Hilirisasi Perbenihan Kelapa
    28 Jul 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    BRMP Kepri Perkuat Sinergi Swasembada Pangan di Natuna melalui Rakor dan Kunjungan Lapangan
    28 Jul 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    BRMP Kepulauan Riau dan LPP RRI Tanjungpinang Perkuat Sinergi Diseminasi Informasi Swasembada Pangan
    23 Jul 2026 - By BSIP Kepulauan Riau

tags

BRMP Kementerian Pertanian Kerjasama Swasembada Beras

Kontak

(0771) 22153/ 0822 8522 4163
(0771) 26285
[email protected]

Jl. Pelabuhan Sungai Jang No.38, Tj. Ayun Sakti, Kec. Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau 

Website : https://kepri.brmp.pertanian.go.id/

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau. All Right Reserved