BRMP Kepri Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi PM-AAS untuk Mendukung Swasembada Pangan
Tanjungpinang – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan Strategis Kementerian Pertanian dalam rangka percepatan implementasi Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang Rapat II BRMP Kepulauan Riau pada Senin (13/7) ini dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau, Kelsi dan Penyuluh Provinsi, Ketua Tim Kerja dan Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota, LO Swasembada Pangan, serta jajaran BRMP Kepulauan Riau.
Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, dalam arahannya menyampaikan bahwa PM-AAS merupakan program strategis nasional Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Pada tahun 2026, Provinsi Kepulauan Riau memperoleh target implementasi seluas 219 hektare sebagai bagian dari target nasional seluas 1,5 juta hektare.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, mekanisasi pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta pengembangan budidaya padi, termasuk padi gogo pada lahan kering. Keberhasilan implementasi PM-AAS juga menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, Rizka Azmi, menekankan pentingnya dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan implementasi PM-AAS sebagai bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, petani milenial, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian agar transformasi menuju pertanian modern dapat berjalan secara optimal.
Pada sesi pemaparan teknis, Gokma Ampetua Siregar, Ketua Tim Kerja Pengujian Teknologi Spesifik Lokasi sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan PM-AAS BRMP Kepulauan Riau, memaparkan konsep dan strategi implementasi PM-AAS. Ia menjelaskan bahwa program tersebut mengusung konsep pertanian modern berbasis mekanisasi dengan penerapan teknologi budidaya yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. PM-AAS mengedepankan sistem tanam benih langsung (Tabela), pengelolaan unsur hara secara berimbang, pengelolaan air yang efisien, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan dalam budidaya pertanian.
Selain itu, PM-AAS menerapkan enam prinsip utama, yaitu tanam rapat dalam baris, efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi pertanian, implementasi berbasis korporasi, intensifikasi produksi, serta penerapan teknologi sesuai spesifikasi lokasi. Melalui pendekatan tersebut diharapkan produktivitas dan efisiensi usaha tani dapat meningkat secara signifikan.
Memasuki sesi pembahasan target implementasi, Jonri Suhendra Sitompul, selaku Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Kepulauan Riau, memandu diskusi mengenai pembagian target PM-AAS di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Dari total target seluas 219 hektar, alokasi terbesar berada di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Bintan, kemudian diikuti oleh Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang. Diskusi juga menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kesiapan pelaksanaan serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendukung percepatan implementasi PM-AAS di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut turut diidentifikasi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan program, antara lain keterbatasan lahan sawah aktif, kondisi jaringan irigasi, ketersediaan petani, pemenuhan kebutuhan pupuk dan sarana produksi pertanian, serta kesiapan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyusun langkah-langkah strategis guna mempercepat pencapaian target implementasi PM-AAS di Provinsi Kepulauan Riau. BRMP Kepulauan Riau bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan, penyempurnaan data CPCL, serta optimalisasi potensi lahan pertanian agar pelaksanaan program berlangsung secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Implementasi PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Kepulauan Riau, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk segera menindaklanjuti hasil rapat di masing-masing wilayah dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pertanian modern yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.