Perkuat Koordinasi Swasembada Pangan, BRMP Kepri Gelar Rakor Bersama DPPP Kota Tanjungpinang
Tanjungpinang — Komitmen mewujudkan swasembada pangan di Kota Tanjungpinang semakin diperkuat melalui forum koordinasi yang produktif. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakorsin) Program Swasembada Pangan bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang, pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Ruang Rapat DPPP Kota Tanjungpinang, Jalan Jenderal Ahmad Yani Km. 5.
Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, hadir langsung memimpin rombongan yang terdiri dari Kepala Kelompok Substansi (Kapoksi) Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Firsta Anugerah Sariri; Ketua Tim Kerja (Katimker) Pengelolaan Kerja Sama, Layanan dan Kesesuaian, Astrid Fransisca; Katimker Pendampingan Program Wilayah I, Zulfawilman; serta Katimker Pendampingan Program Wilayah II, Agusrizal, beserta tim. Turut hadir pula Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Tanjungpinang, Karmadi. Rombongan disambut oleh Kepala DPPP Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, beserta jajaran, yang sekaligus membuka jalannya rapat dengan penuh semangat.
Rapat dimulai dengan pemaparan sejumlah program strategis Kementerian Pertanian yang berada di bawah naungan BRMP Kepulauan Riau. Dua regulasi terbaru menjadi fokus utama sosialisasi dalam sesi ini. Pertama, Permentan No. 02 Tahun 2026 tentang tata cara pengusulan Bantuan Pemerintah (Banper), yang kini dapat dilakukan melalui dua jalur — yakni jalur penyuluh pertanian dan jalur dinas kabupaten/kota/provinsi. Regulasi ini membuka akses yang lebih luas dan terstruktur bagi petani dalam mengajukan bantuan. Kedua, Permentan No. 03 Tahun 2026 tentang mekanisme pengajuan pupuk bersubsidi, yang hadir untuk memastikan distribusi pupuk subsidi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan menjangkau petani yang benar-benar membutuhkan.
Diskusi kemudian bergerak ke peta program swasembada pangan yang akan dijalankan di Kota Tanjungpinang. BRMP Kepulauan Riau menyatakan harapannya agar DPPP Tanjungpinang turut mendorong para petani setempat untuk mengembangkan penanaman padi gogo — sebuah langkah penting dalam memperluas areal tanam padi di wilayah perkotaan yang memiliki karakteristik lahan yang khas. Katimker Pendampingan Program Wilayah II, Agusrizal, turut memaparkan sejumlah program strategis yang akan dieksekusi di Tanjungpinang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program produksi sumber benih bawang merah di Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya. Program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak kemandirian pangan lokal Tanjungpinang.
Rapat berlangsung dinamis dan penuh semangat. Pihak DPPP Kota Tanjungpinang turut aktif menyampaikan potensi pengembangan sektor peternakan, khususnya terkait peluang perluasan ketersediaan jagung pipil sebagai pakan ternak lokal. DPPP mengharapkan BRMP dapat menghadirkan sosialisasi inovasi teknologi pertanian yang mendorong efisiensi usaha peternakan sekaligus ramah lingkungan — guna semakin membangkitkan minat masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan yang modern dan berkelanjutan.
PPL Kota Tanjungpinang, Karmadi, juga berbagi pengalaman dan masukan berharga dari lapangan terkait pengembangan padi gogo di lahan perkotaan. Pengetahuan lapangan yang dimiliki PPL menjadi referensi penting dalam merancang pendekatan teknis yang tepat sasaran untuk kondisi spesifik lahan di Kota Tanjungpinang.
Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terjalin antara DPPP dan PPL di Kota Tanjungpinang, sekaligus mendorong agar kolaborasi ini terus diperkuat ke depannya. “PPL adalah ujung tombak Kementerian Pertanian yang langsung hadir di tengah-tengah petani setiap harinya. Kami sangat mengapresiasi dukungan DPPP Kota Tanjungpinang yang telah bersama-sama berjalan beriringan dengan PPL selama ini. Sinergi yang kuat antara dinas dan penyuluh inilah yang menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan di Tanjungpinang.” Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian lahir dari kolaborasi yang solid antara seluruh elemen, dari tingkat kebijakan hingga pelaksana di lapangan.
Rapat koordinasi ini menghasilkan pemahaman bersama yang lebih solid antara BRMP Kepulauan Riau dan DPPP Kota Tanjungpinang mengenai peta program, regulasi terbaru, dan kondisi lapangan. Sinkronisasi data dan program yang terjalin dalam forum ini diharapkan menjadi fondasi gerak bersama yang lebih terkoordinasi, efisien, dan berdampak nyata bagi petani dan masyarakat Kota Tanjungpinang.
Dengan semangat kolaborasi yang semakin erat, target swasembada pangan di Tanjungpinang bukan sekadar agenda — melainkan sebuah tujuan bersama yang sedang dikejar dengan langkah yang semakin padu.