Lawan Kemarau di Kepri: Strategi Sigap BRMP Kepri Pastikan Padi Lahan Kering Bintan Tumbuh Subur
BINTAN – Di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kepulauan Riau, upaya menjaga ketahanan pangan menjadi tantangan nyata. Merespon peringatan dini dari BMKG, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Rudi Hartono, langsung bergerak cepat meninjau lokasi pengembangan padi lahan kering di Kabupaten Bintan, Sabtu (28/3).
Langkah proaktif ini diambil usai mengikuti rapat koordinasi rutin evaluasi progres dan percepatan pencapaian swasembada pangan 2025/2026 bersama Kementerian Pertanian. Rudi, didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa, turun langsung ke lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Bintan Gemilang dan KWT Mawar Putih di Bintan Timur untuk memastikan tanaman padi yang sedang dalam fase vegetatif tidak kekurangan asupan air.
"Saat ini padi sangat membutuhkan air untuk pertumbuhan. Namun, intensitas hujan di Bintan belum sesuai kebutuhan. Kita harus adaptif agar produksi tetap terjamin," ujar Rudi di sela-sela kunjungannya.
Untuk menghadapi tantangan kemarau, BRMP Kepri menekankan beberapa langkah strategis pengelolaan lahan dan pengairan untuk padi gogo (lahan kering) diantaranya yaitu pemilihan benih yang tepat, manajemen air yang efisien, dan pemeliharaan tanah yang intensif.
Saat ini, Tim BRMP Kepri melakukan tindakan preventif dengan mengoptimalkan sumber air melalui normalisasi dan peninjauan rutin pada embung serta sumur bor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan air di area lahan selama musim kemarau. Selain itu, tim di lapangan juga memperketat pemantauan terhadap serangan hama yang cenderung meningkat akibat kenaikan suhu udara.
Kunjungan ini diakhiri dengan instruksi tegas kepada tim teknis untuk terus mendampingi petani dalam mendiseminasikan teknologi budidaya yang terstandar. Semangat ini menjadi kunci agar target swasembada pangan di Kepulauan Riau tetap terjaga meskipun dihadang cuaca yang kurang bersahabat.