Lewat Jajar Legowo, BRMP Kepri Targetkan Dongkrak Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Bintan
BINTAN – Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, bersama penanggung jawab kegiatan, Firsta Anugerah Sariri, mengawal langsung penanaman perdana Produksi Benih Sumber spesifik lokasi TA 2026 di lahan Poktan Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kamis (21/5). Proyek strategis ini mengintegrasikan tiga regulasi mutakhir sekaligus—SNI 8969:2021 (IndoGAP), SNI 9325:2025 (Produksi Benih Padi Sehat), dan SNI 6322:2025 (Benih Padi Inbrida), demi mencetak benih lokal unggulan yang berdaya saing tinggi dan mandiri di Kepulauan Riau.
Sistem tanam Jajar Legowo 4:1 Tipe 1 diterapkan dengan mengosongkan satu baris setiap empat baris tanaman dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Metode cerdas ini mampu mendongkrak populasi tanaman hingga 256.000 rumpun/hektar dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25) cm. Selain itu, sistem tanam ini dapat memaksimalkan penyerapan sinar matahari melalui efek tanaman pinggir, menekan serangan hama penyakit akibat sirkulasi udara yang baik, serta memudahkan petani dalam pemupukan dan pemeliharaan tanaman lainnya.
Keberhasilan ini kian diperkuat oleh pemilihan Varietas Unggul Baru (VUB) Cakrabuana Agritan yang sangat adaptif dengan agroekosistem Bintan Buyu. Varietas ini berumur sangat genjah (panen ±104 hari), memiliki potensi hasil tinggi hingga 8,7 ton/ha, serta tangguh melawan Wereng Batang Cokelat dan Hawar Daun Bakteri.
Rudi Hartono menegaskan bahwa modernisasi berbasis teknologi diterapkan penuh di setiap tahapan, mulai dari perlakuan benih, pembibitan modern, hingga sistem tanam di lapangan. Melalui sinergi teknologi modern ini, BRMP Kepri menargetkan produksi benih berkualitas sekaligus mendorong petani lokal untuk mengadopsi inovasi ini demi mendongkrak total produksi padi di Kepulauan Riau.
"Saat ini penanaman diaplikasikan dengan sistem jajar legowo 4:1 yang punya keunggulan spesifik. Target utama kami ke depan, selain mengamankan stok produksi benih sumber, teknologi modernisasi pertanian ini dapat diadopsi secara luas oleh petani lokal untuk mendongkrak total produksi padi di Kepri," pungkas Rudi Hartono.