Poktan Maju Jaya Bintan Sukses Dobrak Tradisi Tanam Padi “Gogo” Cakrabuana Agritan
BINTAN – Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, sukses menggelar aksi tanam padi lahan kering (padi gogo) pada Kamis (21/5/2026). Aksi ini menjadi bukti nyata semangat petani lokal dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bintan.
Keberhasilan penanaman padi “gogo ” varietas Cakrabuana Agritan pada Musim Tanam (MT) 3 tahun 2025 lalu yang dipanen Januari 2026 menjadi pemicu utama. Dengan hasil produksi tinggi mencapai lebih dari 5 ton per hektar, Poktan Maju Jaya yang dipimpin oleh Manun kini berambisi memperluas area tanam menjadi 3 hektar pada MT 2 tahun ini. Kesuksesan ini juga menarik minat para petani lain untuk ikut serta menanam padi lahan kering.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Rudi Hartono, didampingi Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, serta Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bintan hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi kepada Poktan Maju Jaya. Hadir pula dalam acara ini Plt. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Ita Rosmeili, Sekcam Bintan Utara beserta perangkat Desa Lancang Kuning, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyelenggaraan Penyuluhan Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri beserta penyuluh pertanian lainnya.
Dalam sambutannya, Rudi Hartono menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026. Regulasi baru ini mempermudah petani mengajukan bantuan pemerintah, baik berupa benih maupun sarana prasarana produksi pertanian (saprotan). Rudi menjelaskan mekanisme aplikasi e-Banper agar petani bisa mengajukan bantuan secara mandiri melalui penyuluh atau dinas pertanian.
"Kami mengacungkan jempol untuk Kelompok Tani Maju Jaya. Melalui Permentan Nomor 2 Tahun 2026 dan aplikasi e-Banper, kami ingin memastikan proses verifikasi bantuan benih dan saprotan berjalan cepat agar keberlanjutan produksi padi di Bintan terus terjamin," ujar Rudi Hartono.
Rudi juga menyarankan agar penyuluh pertanian mendampingi petani dalam merencanakan pola tanam setahun penuh. Dengan pola tanam yang terencana, kebutuhan saprotan dapat diprediksi dan diantisipasi lebih awal.
Pada kesempatan ini, DKPP Bintan memberikan dukungan konkret berupa bantuan pupuk bagi petani yang mau menanam padi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bintan. "Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi petani. Selain bantuan pupuk, kami juga sudah menyiapkan fasilitas penggilingan gabah di kantor DKPP Bintan yang bisa langsung dimanfaatkan petani saat panen nanti," kata Ita Rosmeili.
Sinergi kuat di lapangan menjadi kunci utama runtuhnya kecemasan petani di tengah dinamika cuaca Bintan yang tidak menentu. Lewat kawalan ketat para penyuluh BPP Bintan Utara, transfer pendampingan teknologi modern dari BRMP Kepri berpadu serasi dengan penerapan standar budidaya padi gogo yang tepat. Ditopang penuh oleh stimulus sarana produksi dari DKPP Bintan serta kolaborasi lintas sektor, integrasi hulu-hilir ini sukses menebarkan rasa aman dan optimisme tinggi bagi petani untuk melipatgandakan produksi gabah demi kesejahteraan yang berkelanjutan.