Si Manis Wangi dari Perbatasan: Mengapa Salak Sari Intan Bintan Bikin Penasaran Luar Negeri?
BINTAN – Sebuah diskusi santai namun strategis berlangsung hangat di kediaman Suwadi, ketua Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan (13/5). Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri), Rudi Hartono, sengaja berkunjung untuk membedah potensi besar komoditas andalan lokal, Salak Sari Intan.
Salak ini merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) hasil perkawinan silang antara varietas salak terbaik nasional seperti salak pondoh, salak pasir, dan salak bali yang dirilis resmi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Keunikan Salak Sari Intan terletak pada cita rasanya yang super manis, daging buahnya yang tebal, teksturnya yang renyah gurih, sama sekali tidak sepat meski buahnya masih muda, serta mengeluarkan aroma wangi yang sangat khas. Kesuksesan buah andalan wilayah perbatasan ini kian melejit setelah terdaftar resmi sebagai produk Indikasi Geografis (IG) di Kemenkumham, menjadikannya primadona yang sangat dicari di pasaran.
Melihat potensi ekonomi yang menggiurkan tersebut, Rudi Hartono yang memiliki segudang pengalaman di BRMP Hortikultura dan BRMP Yogyakarta dalam mendampingi suksesnya pengembangan salak pondoh serta varietas unggul salak lainnya membagikan trik khusus kepada petani. Fokus utamanya menitikberatkan pada dua pilar, yaitu pemeliharaan pohon yang disiplin dan strategi hilirisasi produk guna mendongkrak daya saing pasar. Langkah hilirisasi ini dinilai sangat krusial mengingat posisi geografis Kabupaten Bintan yang sangat strategis, bertetangga dekat dengan negara-negara di Semenanjung Malaka dan menjadi destinasi wisata utama turis domestik hingga mancanegara.
Guna mengamankan pasokan dan memperluas budidaya, BRMP Kepri berkomitmen penuh mengarahkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan intensif kepada Poktan Maju Jaya serta kelompok tani lainnya, memastikan kelezatan asli bumi Bintan ini mampu memenuhi lonjakan permintaan konsumen secara optimal.