BRMP Kepri Bersama DPPP Tanjungpinang Tinjau Usaha Peternakan Ayam Petelur di Tanjungpinang
Tanjungpinang — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau bersama Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang melaksanakan kunjungan ke Kelompok Ternak Sembat Muda Berkarya di Tanjungpinang pada Jumat (16/10). Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat kondisi usaha peternakan sekaligus berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi peternak, khususnya dalam penyediaan pakan ternak.
Dalam kunjungan tersebut, BRMP Kepulauan Riau diwakili oleh pejabat fungsional Pengawas Mutu Pakan yang turut serta dalam peninjauan dan diskusi bersama peternak. Kunjungan dilakukan di usaha peternakan ayam petelur milik Bapak Hermansyah, anggota Kelompok Ternak Sembat Muda Berkarya, yang mengelola sekitar 700 ekor ayam petelur. Melalui kegiatan ini, rombongan memperoleh informasi mengenai kondisi usaha serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang menunjukkan penggunaan aplikasi pemantauan ternak yang dimanfaatkan untuk melihat data terkait peternakan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran informasi mengenai pemantauan dan pendataan ternak, sekaligus mendukung koordinasi antara instansi terkait dan peternak dalam memperoleh gambaran kondisi usaha peternakan di lapangan.
Salah satu kendala yang disampaikan oleh Bapak Hermansyah adalah pasokan bahan pakan yang seluruhnya masih didatangkan dari luar pulau. Kondisi geografis Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan kebutuhan usaha peternakan. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau juga membuat ketersediaan bahan baku dan biaya pengadaan menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan usaha.
Selain kendala pasokan, fluktuasi harga pakan yang tersedia di pasaran turut menjadi pertimbangan bagi peternak. Untuk menyikapi kondisi tersebut, Bapak Hermansyah melakukan peracikan pakan secara mandiri sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur. Upaya ini menunjukkan pentingnya pengelolaan pakan dalam keberlangsungan usaha peternakan, mengingat pakan merupakan salah satu komponen penting dalam biaya produksi dan pemeliharaan ternak.
Dari perspektif Pengawas Mutu Pakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan ketersediaan bahan baku, mutu bahan pakan, serta kesesuaian komposisi pakan dengan kebutuhan nutrisi ayam petelur. Peracikan pakan secara mandiri perlu didukung oleh pemahaman mengenai kualitas bahan baku dan keseimbangan nutrisi agar kebutuhan ternak dapat terpenuhi dengan baik serta produktivitas tetap terjaga.
Melalui kunjungan ini, diharapkan koordinasi antara BRMP Kepulauan Riau, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, serta kelompok peternak dapat terus terjalin. Pertukaran informasi secara langsung menjadi salah satu langkah untuk memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi peternak, sekaligus mendukung pengembangan usaha peternakan yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kepulauan Riau.