BRMP Kepri Studi Banding ke KP Mojosari, Perkuat Produksi Benih Padi untuk Swasembada Pangan
Mojokerto — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau melakukan kunjungan studi banding ke Kebun Percobaan (KP) Mojosari, BRMP Jawa Timur, dalam rangka meningkatkan kapasitas perbenihan padi guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan (16/3). Atas arahan Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, kegiatan ini diikuti oleh Penanggung Jawab Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Tahun Anggaran 2026, Firsta Anugerah Sariri.
Kunjungan ini menjadi bagian dari program kerja Kementerian Pertanian tahun 2026, dimana BRMP di berbagai daerah tetap menjalankan fungsi produksi dan penyediaan benih sumber spesifik lokasi. BRMP Kepri, yang menghadapi tantangan keterbatasan lahan pertanian di wilayah kepulauan, terus mengupayakan kemandirian pangan melalui pengembangan benih adaptif.
Dengan luas lahan sawah yang relatif kecil, yakni sekitar 883 hektar, sektor pertanian di Kepulauan Riau menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi geografis kepulauan menyebabkan biaya produksi dan distribusi pangan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, pengembangan benih spesifik lokasi dinilai penting agar petani tidak bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.
KP Mojosari sebagai salah satu unit BRMP Jawa Timur dikenal aktif dalam produksi benih padi. Di bawah kepemimpinan Koordinator KP Mojosari, Lutfi Humaidi, unit ini menargetkan produksi benih sebanyak 135 ton pada tahun 2026. Varietas yang dikembangkan antara lain Inpari 32 HDB dan Inpari 49 Jembar, yang sesuai dengan preferensi pasar Jawa Timur hingga nasional dan memiliki permintaan tinggi.
Sementara itu, BRMP Kepri mengembangkan varietas Cakrabuana Agritan sebagai benih sumber spesifik lokasi. Varietas ini dinilai adaptif pada kondisi lahan Kepulauan Riau, baik sawah irigasi maupun lahan kering. Uji coba pada kegiatan pendampingan perbenihan dan pengembangan padi lahan kering tahun 2025 menunjukkan hasil yang memuaskan. Tingginya minat petani untuk kembali menanam varietas tersebut menjadi indikator keberhasilan program ini.
Dalam kunjungan tersebut, BRMP Kepri juga mempelajari penerapan pertanian modern yang lebih efisien di KP Mojosari. Praktik budidaya mengacu pada standar SNI IndoGAP, pengaturan pola tanam sesuai musim, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk menekan biaya produksi. Selain itu, teknik penyimpanan benih di gudang yang tepat turut menjadi perhatian penting dalam menjaga kualitas benih sebelum distribusi.
Melalui studi banding ini, BRMP Kepri berharap dapat mengadopsi praktik terbaik yang diterapkan di KP Mojosari untuk meningkatkan produksi benih sumber di Kepulauan Riau. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan wilayah kepulauan secara berkelanjutan.