Inovasi Pertanian Pesisir: Inpari 34 Salin Agritan Diuji di Taman Agro Modern BRMP Kepri
Tanjungpinang – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau terus menghadirkan terobosan dalam menjawab tantangan pertanian di wilayah pesisir (7/01). Seminggu lalu Taman Agro Modern Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepri memulai uji adaptasi padi varietas Inpari 34 Salin Agritan, varietas unggul baru (VUB) yang dikenal toleran terhadap air laut dan adaptif di lahan kering.
Langkah ini merupakan respon strategis terhadap kondisi lahan pesisir yang serupa dengan lokasi Taman Agro Modern yang terletak di sekitar Pelabuhan Sungai Jang, Kota Tanjungpinang. Setiap tahun, khususnya pada periode Desember hingga Februari, air laut kerap menggenangi area tersebut dan menyebabkan kerusakan pada berbagai jenis tanaman yang sebelumnya dibudidayakan.
Dengan memanfaatkan karakter unggul Inpari 34 Salin Agritan, tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepri melakukan penanaman sebagai bagian dari uji adaptasi. Kegiatan ini mengacu pada Paket Rekomendasi Pengelolaan Lahan (RPL) padi lahan kering di Tanjungpinang, serta menerapkan SNI 8969:2021 tentang IngoGAP (Cara Budidaya Tanaman Pangan yang Baik). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan data akurat terkait pertumbuhan dan potensi produksi padi di kondisi lingkungan yang menantang.
Ketua Tim Kerja Layanan dan Penerapan Modernisasi Pertanian menjelaskan bahwa uji adaptasi menjadi langkah penting dalam mendukung swasembada pangan dan peningkatan produksi pertanian di Kepulauan Riau. “Sebagai provinsi berbentuk kepulauan, banyak lahan pertanian kita yang terpengaruh pasang air laut. Karena itu, diperlukan varietas yang tidak hanya tahan salinitas, tetapi juga mampu tumbuh optimal di lahan kering,” ujarnya.
Taman Agro Modern sendiri berfungsi sebagai demplot percobaan sekaligus displai inovasi teknologi pertanian yang dikembangkan dan diterapkan di Kepulauan Riau. Apabila hasil uji adaptasi menunjukkan pertumbuhan yang baik dan produksi yang tinggi, khususnya di lahan kering, inovasi ini akan didiseminasikan oleh para penyuluh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepri kepada petani di berbagai wilayah.
Melalui uji adaptasi Inpari 34 Salin Agritan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau berharap dapat membuka peluang baru bagi petani pesisir untuk tetap produktif di tengah tantangan perubahan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.